<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Uswah</title>
	<atom:link href="http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yayasan-uswah.com</link>
	<description>Yayasan Uswah Sidoarjo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 06:16:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>RAMADHAN &amp; KEMERDEKAAN</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=111</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=111#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 06:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hot News!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[RAMADHAN &#38; KEMERDEKAAN 
Bulan Ramadhan ialah bulan (awal) turunnya al-Qur`an, berupa petunjuk untuk manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu dan menjadi penegak kebenaran, membedakan antara haq dan bathil (QS. 2:85). Kemerdekaan, dari kata merdeka yang artinya bebas, tidak terikat, atau tidak dijajah, dapat diartikan lepas dari segala ikatan yang tidak pantas (layak), sehingga menjadi bebas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RAMADHAN &amp; KEMERDEKAAN </strong></p>
<p>Bulan Ramadhan ialah bulan (awal) turunnya al-Qur`an, berupa petunjuk untuk manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu dan menjadi penegak kebenaran, membedakan antara haq dan bathil (QS. 2:85). Kemerdekaan, dari kata <em>merdeka</em> yang artinya bebas, tidak terikat, atau tidak dijajah, dapat diartikan lepas dari segala ikatan yang tidak pantas (layak), sehingga menjadi bebas untuk menentukan nasib sendiri demi segala kebaikan.</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p>Kata merdeka berasal dari kata Sanskerta <em>merdika</em> yang artinya pandai, terhormat, bijaksana, dan tidak tunduk kepada seseorang selain raja atau Tuhan. Dalam bahasa Melayu, <em>merdika</em> berarti bebas, baik dalam pengertian fisik, kejiwaan, maupun dalam arti politik. Dalam pengertian Negara, kemerdekaan merupakan suatu keadaan atau kondisi Negara yang tidak dijajah atau berada di bawah kekuasaan atau ideologi lain. (Ensiklopedi Nasional Indonesia jilid 8: h. 341).</p>
<p>Jum’at Legi, 17 Agustus 1945 pagi jam 10.00 WIB bertepatan dengan 17 Ramadhan 1362  di rumah kediaman Bung Karno, Jalan Proklamasi no. 56 Jakarta yang kini Gedung Pegangsaan Timur, diproklamirkan kemerdekaan Indonesia yang ditandatangani oleh Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. PROKLAMASI. Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan KEMERDEKAAN INDONESIA. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta 17 Agustus 1945. Atas nama bangsa Indonesia, SOEKARNO-HATTA. Dengan demikian, Negara merdeka yang bersangkutan memberi jaminan kebebasan/kemerdekaan kepada warga negaranya. Oleh sebab itu, kemerdekaan bagi warga negara adalah suatu hak yang bebas, sekaligus mengandung kewajiban. Dengan kata lain, kemerdekaan dapat pula diartikan sebagai keleluasaan bagi setiap warga negara untuk melibatkan diri dalam kegiatan politik dan sosial kemasyarakatan, tanpa adanya berbagai paksaan atau tekanan dari pihak masyarakat dan pemerintah/Negara. Secara umum, dapat disebutkan, misalnya, kebebasan beragama, berkumpul, berserikat, berbicara atau mengeluarkan pendapat secara lisan dan tertulis, dan sebagainya. Semuanya itu dilatarbelakangi oleh hak kemerdekaan atau hak asasi manusia yang secara resmi telah dinyatakan dalam Pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia (1948) dan dinyatakan pula oleh Undang-Undang Dasar 1945. (ENI. jilid 8:341-342).</p>
<p>Terkait dengan bulan suci Ramadhan, dari Abu Hurairah ra ia berkata: Nabi saw bersabda : Celakalah orang yang tidak bersalawat kepadaku tatkala namaku diucapkan (orang kedua) di sisinya, dan celakalah orang yang menyia-nyiakan peluang emas berbakti memenuhi hak kedua orang tua faktor penyebab masuk sorga, pada hal ayah-ibu atau salah satu dari mereka hidup di sisinya, namun ia tidak melakukannya, dan celakalah orang yang tidak mau memohon rahmat dan ampunan Allah selama bulan Ramadhan, pada hal ia berkesempatan hidup sejak awal hingga akhir Ramadhan, maka tertipulah ia. (Zubdah al-Wa’izhin). Nabi saw bersabda: Siapa lega hati, menyambut kehadiran bulan Ramadhan, pasti Allah mengharamkan tubuhnya atas neraka apa saja. (Al-Hadis). Dari Ibnu Abbas ra katanya, aku mendengar Rasul saw bersabda : Andaikata umatku tahu pasti tentang sesuatu yang tersembunyi dalam bulan Ramadhan, pasti mereka mengharap seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan Ramadhan. Sebab ia menghimpun segala kebaikan dan taat yang dikabulkan, doa-doa yang dipenuhi (mustajab), segala laku dosa diampuni, dan sorga merindukan mereka. (Zubdah al-Wa’izhin).</p>
<p>Begitulah Ramadhan, dan demikianlah kemerdekaan yang dianugerahkan Allah Yang Maha Kuasa kepada bangsa Indonesia. Umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya tidak memanfaatkan Ramadhan dan Kemerdekaan dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Sebagian besar meski bulan Ramadhan umat tidak banyak yang fokus meningkatkan ibadahnya menjadi lebih maksimal dan sempurna. Terkadang lebih banyak yang biasa-biasa saja, malahan ada pula mereka yang bersikap tidak perduli dengan bulan suci ini dan terus saja maksiat bahkan meningkatkan prilaku durhakanya. Demikian pula dengan anugerah kemerdekaan, ada memangnya mereka yang bersungguh-sunguh dengan jiwa merdeka mengabdi Negara dan bangsanya, namun banyak pula yang sebaliknya. Mereka bukan mempertahankan, mengembangkan, dan membangun Negara dan bangsanya, akan tetapi mereka berebut kekuasaan dan jabatan, selanjutnya tidak berkiprah dengan ikhlas untuk membangun kesejahteraan rakyat dan negaranya. Malahan banyak pula yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan serta jabatannya demi kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, karena keberangkatannya meraih jabatan dengan money politik sehingga setelah memperoleh jabatan maunya hanya ingin mengeruk aset-aset Negara demi mengembalikan modalnya bahkan berlebih . Demikian pula DPR yang bolos, rekening gendut perwira polri, koruptor diberbagai departemen terutama perpajakan, pejabat malah jadi penjahat, penegak hukum malah melanggar hukum, pengadilan malah jadi penghianatan, direktur bank malah jadi pelacur bank, singkat kata kemerdekaan Indonesia telah meluncur jadi Negara penghutang terbesar, Negara terkorup terbesar, dan lain-lain yang rasanya sungguh memalukan.</p>
<p>Kini 65 tahun sudah kemerdekaan, apabila hidayah, hikmah dan fadhilah Ramadhan benar-benar diejawantahkan dalam mensyukuri untuk membangun kemerdekaan Republik Indonesia yang dianugerahkan Allah swt melalui perjuangan para pejuang bangsa, insya Allah negeri ini akan menjadi lebih baik daripada yang ada sekarang. Berbagai komentar bangsa ini menyebutkan bahwa negeri ini telah mengalami krisis akhlak dan kebejatan moral di berbagai komunitas baik rakyat pejabat politikus tokoh pemimpin bahkan akhir-akhir ini dengan beredarnya video porno yang diakses masyarakat tak terbatas, tidak ada penegakan hukum kecuali amat sedikit dan pembenaran hanya berpihak kepada yang kuat sedangkan yang lemah cenderung selalu jadi pihak yang disalahkan, negeri koruptor dan bahkan pihak-pihak yang melaksanakan atau mencoba melaksanakan pemberantasan korupsi dimusuhi malahan dimusnahkan, ekonumi menindas rakyat pengusaha kecil dan sebaliknya hanya menguntungkan kapitalis serta para pemilik modal besar, penguasa sewenang-wenang dengan kekuasaannya bahkan seenaknya memproduk berbagai perundang-undangan yang sesuai dengan hajat kepentingan dan kemauannya dengan cara-cara menyuap yang berwenang, polisi yang semestinya mengayomi rakyat malah bermusuhan dengan rakyat lebih-lebih polisi pamongpraja dengan prilaku penggusuran dan eksekusi-eksekusi yang tidak adil serta memihak dengan cara-cara arogan bagai di negeri penjajahan, maraknya pembunuhan tawuran dan kriminalitas lainnya yang seolah tidak akan pernah berhenti bahkan semakin meningkat baik modus operandinya maupun jumlahnya, lebih-lebih akhir-akhir ini sudah terasa tidak ada lagi penghargaan dan penghormatan terhadap jasa-jasa pejuang dan pemimpin serta pahlawan bangsa seperti Roesmini dan Soetarti sebagai janda pahlawan yang dituduh menyerobot tanah dan bangunan menurut versi pengacara pegadaian terkait yang tentunya hal itu hanyalah sekedar ulah dan mengada-ada saja, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sesungguhnya semua ini terwujud, karena kemerdekaan RI yang diproklamasikan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan itu, tidak disyukuri dengan prilaku yang semestinya mengikuti petunjuk al-Qur`an, yang sebagiannya diimplementasikan Bung Karno dalam Pancasila yang selanjutnya kemudian telah ditetapkan sebagai falsafah bangsa dan Negara, serta telah dicanangkan petunjuk-petunjuk itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-65, semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat taufik dan hidayah-Nya kepada Negara dan bangsa Indonesia. (Achmad Muhammad).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=111</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Rohani</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=108</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=108#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 00:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Setiap Minggu pagi jam 6.00 -8.00 wib yayasan USWAHsecara rutinitas melaksanakan dzkir bersama dan pengajian kitab Tanbih al-Ghafilin serta sarapan pagi bersama sejak awal tahun 2010.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap Minggu pagi jam 6.00 -8.00 wib yayasan USWAHsecara rutinitas melaksanakan dzkir bersama dan pengajian kitab Tanbih al-Ghafilin serta sarapan pagi bersama sejak awal tahun 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=108</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JATUHNYA HARKAT DAN MARTABAT BANGSA</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=97</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=97#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 04:07:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[

JATUHNYA HARKAT DAN MARTABAT BANGSA

Insaf dan sadar terhadap eksistensi diri sebagai hamba yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan mensyukuri segala anugerah yang dilimpahkan dalam hidup dan kehidupan di bumi pertiwi tanah air Indonesia adalah merupakan akhlak yang mesti harus dimiliki bagi setiap warganegara yang beriman.

Cinta negeri sendiri bagi setiap warganegara dimanapun, bangsa apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;MS Sans Serif&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"><br />
<a href="http://yayasan-uswah.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-uswah-tengah.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-105" title="banner uswah tengah" src="http://yayasan-uswah.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-uswah-tengah.gif" alt="" width="470" height="128" /></a></p>
<p>JATUHNYA HARKAT DAN MARTABAT BANGSA<br />
</span><span style="font-family: 'MS Sans Serif', sans-serif; line-height: 14px;"><br />
Insaf dan sadar terhadap eksistensi diri sebagai hamba yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan mensyukuri segala anugerah yang dilimpahkan dalam hidup dan kehidupan di bumi pertiwi tanah air Indonesia adalah merupakan akhlak yang mesti harus dimiliki bagi setiap warganegara yang beriman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span id="more-97"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;MS Sans Serif&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;">Cinta negeri sendiri bagi setiap warganegara dimanapun, bangsa apapun di dunia ini adalah menjadi ruh atau nyawa yang akan menghidupkan gairah jiwa untuk memiliki, mempertahankan, membela dan memperjuangkan agar negerinya unggul dan berwibawa di mata bangsa-bangsa lain. Rasa persatuan dan kesatuan sebuah bangsa haruslah terus menerus ditumbuh suburkan demi terwujudnya pertahanan dan ketahanan nasional yang kokoh kuat dan perkasa dalam menjaga keamanan serta ketenteraman dan kesejahteraan pemerintah, penduduk dan rakyatnya. Tolong menolong, bantu membantu dan kasih sayang wajib diimplementasikan secara adil terhadap semua komunitas yang ada, baik yang kuat maupun yang lemah dan tidak membeda-bedakan dengan landasan kemanusiaan yang beradab. Wakil-wakil rakyat yang bijak bestari selalu berorientasi kerakyatan dan menghasilkan produk-produk perundang-undangan dan peraturan serta keputusan yang penuh hikmat untuk mencapai kemakmuran lahir batin dengan berkeadilan sosial bagi bangsa dan Negara. Konsistensi kehidupan bangsa yang demikian, merupakan jaminan terwujudnya harkat dan martabat bangsa yang unggul dan disegani oleh kawan maupun lawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;MS Sans Serif&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;">Saat ini yang menarik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah tumpah darah kita, yakni memudarnya rasa dan jiwa sebangsa dan setanah air bagi para penguasa terhadap rakyatnya. Akhir-akhir ini seolah tiada henti-hentinya bangsa ini dilanda bencana dan malapetaka baik di darat, laut dan udara. Peristiwa tentang berbagai kasus tenaga kerja di luar negeri terutama buruh rumahtangga (TKW-TKI) di Arab, Malaysia, Taiwan dan lain-lain yang didholimi majikannya sehingga cacad badan dan mental selama hidupnya bahkan ada pula yang sampai matipun tidak pernah mendapatkan perhatian khusus para pejabat yang berwenang dari negeri ini untuk diangkat menjadi kasus hukum pelanggaran hak asasi bangsa Indonesia yang diinjak-injak bangsa asing. Seorang pelajar di Singapura yang dikabarkan mati bunuh diri terjun dari bangunan bertingkat karena gagal dari rencana membunuh gurunya sehingga ketakutan, pada hal yang demikian itu sungguh tidak masuk di akal sehat untuk dilakukan seorang pelajar pintar dan pilihan; lagi pula telah tercium kabar bahwa pelajar tersebut ternyata dipaksa gurunya yang gay untuk melayani nafsu bejatnya dan menolaknya lalu bisa jadi pelajar itu sengaja dijatuhkan dari atas bangunan sehingga mati; dan berhenti di situ urusan pun selesai sedang pemerintah hanya diam tanpa berkomentar sama sekali. Yang lain lagi seperti nasib mereka yang telah tiga tahun jadi korban lumpur lapindo, dan berbagai-bagai korban pesawat terbang jatuh, serta kapal motor penumpang yang tenggelam di laut, atau akibat bencana alam seperti tsunami, gempa bumi dan tanah longsor serta lain-lainnya. Semuanya apabila dirunut dengan pikiran jernih dan hati yang bersih, akan diakui bahwa semua itu karena prilaku bangsa ini yang sudah kehilangan harkat dan martabat bangsa yang unggul dan dibanggakan yang mereka tak pernah mau tobat dari perbuatan manipulasi dan korupsi. Korupsi yang telah merajalela merata diberbagai infra struktur pemerintah dan penggelapan di perusahaan swasta di semua tingkatan tanpa ada rasa malu apalagi takut diberi sanksi hukum, lebih-lebih kini jelas-jelas para koruptor telah berhasil menghabisi musuh yang ditakutinya yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menjebloskan Antasari Azhar selaku ketuanya sebagai tersangka pelaku otak pembunuhan Nasarudin Zulkarnaen, dan ternyata tindakan itu amat jitu dan schak maat mematikan supremasi hokum walaupun masih juga tebang pilih. Lihat yang teramat actual lagi, Manohara Odelia Pinot putri Daisy Fajarina yang menderita sebab diperlakukan suaminya seorang putra raja Kelantan Malaysia karena kelainan seks sehingga ia disuntik dibius dan disilet-silet, tetapi Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar memberitakan bahwa Manohara baik-baik saja, dan memangnya seluruh negeri ini penguasanya diam membiarkan nasib Manohara sebagai salah-salahnya sendiri. Mano berpendapat Duta Besar RI kayak begitu sepatutnya diganti saja sebab telah mendustakan kebenaran dan sengaja membiarkan warga bangsanya tersiksa menderita. Pada hal masih banyak manohara-manohara lain yang mempunyai nasib semisal dinegeri orang. Penguasa hanya carmuk (cari muka) dan jaim (jaga image) semata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;MS Sans Serif&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;">Kini muncul masalah yang jauh lebih penting lagi, Malaysia telah benar-benar melecehkan pertahanan perbatasan negeri ini. Setelah Malaysia berhasil mencaplok Pulau Lipatan dan Sempadan dari Indonesia, sekarang akan coba-coba mencaplok Pulau Ambalat. Negara tetangga ini telah membuat manuver-manuver yang sangat mencolok benar-benar meremehkan dan melecehkan kekuatan militer Indonesia di perbatasan, dan tidak mustahil apabila seterusnya akan diikuti Negara-negara lain yang bermental serupa dengan Malaysia. Mereka tentunya sudah tahu bahwa negeri ini amat lemah menurut kacamata mereka di bidang pertahanan lautnya, sebab hakekatnya bukan rahasia lagi akan kelemahan Indonesia yang notabene para pemimpinnya hanya sibuk membuat rencana-rencana memperbesar hutang dari luar negeri (IMF misalnya dll) dengan harapan nantinya mereka akan memperoleh penyunatan dalam penggunaannya dan dapat membuat rekayasa-rekayasa kwitansi khayal yang teramat menguntungkan dirinya sendiri mumpung mereka saat ini jadi penguasa. Sungguh para pemimpin negeri ini hanya memikirkan bangsa dan Negara dengan perhitungan keuntungan-keuntungan financial pribadi atau golongannya sendiri yang mesti harus dapat dikeruknya, tiada lain. Seorang pejabat merencanakan anggaran belanja dengan “cermat”, yang selanjutnya nanti pada saat pelaksanaan program-programnya mereka dijamin pasti akan memperoleh hasil dari pemotongan beaya dana yang dikeluarkan dari anggaran tersebut. Hal ini dapat dibaca ketika pemerintah menyerahkan dana bantuan pembangunan kepada lembaga-lembaga yang ditangani masyarakat, maka saat itulah terjadi penyunatan jumlah dana yang ada dengan jumlah yang variatif, ada yang disunat 20% dan ada juga yang disunat sampai 50%. Tetapi, selanjutnya bagi masyarakat yang menerima bantuan dana itu, tetap wajib memberikan laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah terkait dengan secara dana pemberian bantuan yang utuh 100%. Hal semacam ini bukan barang rahasia lagi, sudah merata seluruh tanah air, artinya bangsa ini telah dididik berdusta, dan demikian pulalah tentunya berbagai prilaku para penguasa yang di atas, dan mungkin bahkan bisa lebih dahsyat lagi. Pemimpin bangsa ini sudah bermoral bejat, tidak punya harga diri, tidak punya rasa malu, seenaknya saja membuat peraturan dan semaunya sendiri pula merubah peraturan dan bahkan melanggar peraturan dengan cara lembaga-lembaga penegak hokum yang ada juga harus ditundukkan. Lengkap sudah kedurjanaan yang dilakukan. Mereka hanya sibuk urusan perutnya sendiri, dan benar-benar telah menjadi musuh rakyat yang berkedok pahlawan pembela rakyat; sebab mereka berprilaku semakin merugikan bangsa dan Negara, bahkan menjual berbagai asset Negara kepada pihak asing dengan hanya demi menggendutkan gemblungnya sendiri yang kayaknya tidak akan pernah kenyang dan puas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;MS Sans Serif&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;">Bangsa ini butuh pemimpin yang berani menegakkan keadilan dan kebenaran dengan penuh tanggungjawab. Bangsa ini butuh pemimpin yang jujur, adil, cerdas, amanah. Bangsa ini butuh pemimpin yang memiliki jiwa pengabdian dengan sebuah tekad : Apa yang dapat kuberikan untuk Negara ini, dan bukan pemimpin yang mempunyai tekad : Apa yang dapat menguntungkan aku dari negeri ini. Siapa calon pemimpin yang demikian? Kayaknya semuanya pembual. (Ambigtar)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=97</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMERINTAHAN MUNAFIK</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=96</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 06:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[PEMERINTAHAN MUNAFIK
Munafik itu tandanya ada tiga : jika berbicara pasti berdusta, jika berjanji pasti mengingingkari, dan jika dipercaya pasti berkhianat. Munafik itu mengaku beriman, tetapi yang sebenarnya mereka tidak beriman. Munafik itu maunya membohongi Tuhan dan orang-orang yang beriman, namun hakekatnya mereka mendustai dirinya sendiri tanpa sadar.

Orang yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">PEMERINTAHAN MUNAFIK</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Munafik itu<span> </span>tandanya ada tiga : jika berbicara pasti berdusta, jika berjanji pasti mengingingkari, dan jika dipercaya pasti berkhianat. Munafik itu mengaku beriman, tetapi yang sebenarnya mereka tidak beriman. Munafik itu maunya membohongi Tuhan dan orang-orang yang beriman, namun hakekatnya mereka mendustai dirinya sendiri tanpa sadar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span id="more-96"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Orang yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik budipekertinya. Ketika seseorang berbuat kemaksiatan, maka saat itu telah hilang imannya. Namun apabila seseorang nampak baik dan santun dalam sikap, perkataan dan perbuatannya, tetapi kenyataannya jahat dan durhaka, maka orang yang demikian ini sebenarnya adalah jelas-jelas munafik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Sejak demokrasi terpimpin, lalu demokrasi pancasila dan sekarang pemerintahan reformasi yang demokratis, nyatanya nggak tambah baik pemerintahan negeri ini, tetapi sebaliknya bertambah-tambah saja kebobrokannya. Secara aturan dan disiplin dalam perundang-undangan memang semuanya telah banyak diproduksi berbagai undang-undang dan peraturan, di samping ketika memproduk semua peraturan itu didasari jual beli antara penguasa dengan pengusaha, pelaksanaannyapun juga dalam rangka memperkokoh kekuasaan demi melestarikan kedurjanaan yang telah dirasakan aduhai kenikmatannya. Para politikus benar-benar mahir dalam memproduk peraturan yang amat sesuai dengan para pemesan yaitu kelompok yang berkapital,<span> </span>seterusnya dalam penyelenggaraan peraturan sudah barang tentu tak dapat tidak alias pasti tunduk dan patuh tentunya kepada para pemilik modal yang telah memesan kepada mereka. Sehingga para penguasa enjoi dalam kekuasaan yang menguntungkan pemodal baik dalam negeri maupun luar negeri dan mendapatkan keuntungan pribadi dalam menggendutkan jemblungnya sendiri. Untuk memperoleh hal yang demikian ini mereka lantunkan sikap, ucapan dan perbuatan yang amat nampak berbudi pekerti luhur. Jargon dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat begitu lancar dan fasih mereka gembar-gemborkan, tetapi ketahuilah yang dikehendaki rakyat tiada lain dan tiada bukan hanyalah dirinya sendiri. Sedangkan jargon demi bangsa dan Negara maka yang dimaksudkan adalah demi kelompok mereka sendiri. Dalam model pemerintahan yang demikian inilah yang dinamakan demokrasi liberal atau ekonumi neo liberal. Yang selanjutnya pasti tercipta simbiosis mutualisme yang menguntungkan penguasa dan pengusaha, dan akibatnya dijamin pasti memelaratkan rakyat. Wal hasil saat ini diperkirakan penduduk miskin dan hampir miskin telah mencapai 61,2 juta jiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Rakyat hakekatnya berusaha dan berjuang sendiri untuk hidup dalam memenuhi kebutuhannya. Selanjutnya mereka dikenakan pajak yang ujung-ujungnya untuk membayar hutang Negara yang semakin diperbesar jumlahnya oleh para penguasa. Hasil hutang yang bertambah banyak merupakan sebuah hasil pemerintahan yang membanggakan, karena menunjukkan Negara ini adalah Negara yang mendapat kepercayaan internasional dalam politik dunia. Dibuatnya RAPBN yang di dalamnya telah tergambar berbagai keuntungan-keuntungan yang akan mereka dapatkan apabila benar-benar dilaksanakan. Orang-orang yang bersikap adil, jujur dan amanah dengan sebuah system yang rapi mereka singkirkan, sedangkan mereka yang sepakat dengan program yang telah direncanakan para penguasa durjana mendapatkan acungan jempol dan perlindungan terbuka, yang tanpa rasa malu ataupun rahasia. Rokhmin Dahuri mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang divonis gratifikasi namun yang lain tetap beraksi, ia bercerita tentang aliran dana BI, kenapa Hamka Yamdu dan Anthony Zeidra Abidin yang ditahan, mereka kan hanya operator, ketuanya adalah Paskah Suzeta. Paskah Suzeta sebagai Wakil Ketua Komisi IX yang korupsinya lebih banyak justru aman-aman saja, karena dia orangnya sang penguasa. Kalau pun toh nanti kelihatan sangat menyolok sekali paling hanya dipensiunkan saja seperti Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaludin. Seterusnya ia bercerita tentang siapa Jhony Allen Marbun yang masih bebas, dia itu kaya raya sekali, yang meskipun Abdul Hadi Djamal menegaskan bahwa aktivis partai Demokrat itu terlibat korupsi pembangunan pelabuhan di Indonesia Timur. Dia itu keponakannya Marbun staf khususnya SBY, ya aman-aman saja. Sebelumnya banyak orang yang disangka korupsi akhirnya lepas. Misalnya Ketua Pokja Pengadaan IT KPU Chusnul Mariyah dan Ketua Pokja Pengadaan Surat Suara KPU Hamid Awaludin. Termasuk di antaranya Anas Urbaningrum. Ketika KPU sedang disorot soal Korupsi, Anas hengkang dan masuk ke Partai Demokrat. Ia aman-aman saja sampai sekarang. Jadi pemberantasan korupsi hanyalah ilusi semata, karena system tebang pilih masih lestari bahkan yakin semakin menjadi-jadi, apalagi dalam menggalang kemenangan dalam pilpres, wajib dilanjutkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Konon sejak pilkada cagub cawagub Jatim 2008 yang notabene amat ampuh dan sangat <span> </span>menjanjikan serta telah dapat dibuktikan menang tak terkalahkan meskipun dalam pelaksanaannya diwarnai berbagai manipulasi system dan manipulasi suara serta berbagai keculasan yang dapat dibuktikan data-datanya, ternyata SK Gubernur tetap mulus dan lancar serta aman tenteram. Dan ketika DPT yang penuh cacat itu secara nasional dipertahankan untuk pelaksanaan Pemilu 2009 yang <span> </span>telah membuktikan hasil kemenangan partai penguasa yang sungguh amat spektakuler, dan selanjutnya dengan mutlak KPU tetap mengesahkan Penetapan Calon Terpilih anggota DPR RI pada 24 Mei 2009<span> </span>walau dengan menuai protes Partai karena adanya berbagai manipulasi data, dengan lantang ketua KPU Abdul Hafiz Anshari menegaskan bahwa calon terpilih ditetapkan berdasar Peraturan KPU No. 15/2008. Saya kira saya harus menyatakan dengan keras bahwa keputusan ini sah, seraya mengetokkan palu. Hal yang demikian ini tentunya akan jadi sebuah kebodohan apabila tidak dilanjutkan, karena tujuan dan cita-cita utamanya adalah mempertahankan kekuasaan dan memperoleh kemenangan. Bahkan apabila berbagai hambatan juga masih ditemukan , maka menghalalkan segala cara adalah satu-satunya pilihan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Capres-cawapres dalam pilpres 8 Juli 2009 yang akan datang bukanlah orang baru, semuanya stock lama yang sebagaian besar bangsa ini telah tahu lagak lagu mereka. Mungkinkah watak watuk dan watek mereka dapat berubah dalam memegang kekuasaan di negeri ini? Nada-nadanya kok terdengar begitu-begitu saja, fales dan bikin risih dalam otak sadar bangsa. Semoga saja bangsa ini segera dapat taufik dan hidayah dari Yang Maha Kuasa, dan selanjutnya benar-benar menjadi Negara merdeka dari berbagai model penjajahan di dunia. Sungguh kemunafikan telah amat merajalela, para penguasa sudah tidak memiliki rasa malu di negeri ini. Kalau Roh mantan presiden Korea bunuh diri sebab tak tahan malu dalam dugaan korupsi, sebaliknya di negeri ini malah berkutat mempertahankan tindak prilaku korupsi dan menebar janji yang pasti diingkari serta meraih kekuasaan untuk kedurjanaan. Sempurnalah pemerintahan munafik di negeri yang banyak bencana dan malapetaka karena dusta sudah menebar di semua infra struktur pemerintahan dan swasta, bahkan di mana-mana. (AMBIGTAR) </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=96</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VESTED INTERES DAN EGOISME PENGUASA</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=95</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=95#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 04:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[VESTED INTERES DAN EGOISME PENGUASA
 Godaan dan cobaan pemimpin itu adalah tahta harta wanita, sedangkan idaman dan dambaan semua penguasa itu adalah ketiga-tiganya, bagaimana trik dan system yang ditetapkan sebagai keputusan yang diyakini untuk benar-benar akan memperoleh dan menguasai tahta harta wanita.

  Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, beliau adalah Pemimpin dan Teladan terbaik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">VESTED INTERES DAN EGOISME PENGUASA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Godaan dan cobaan pemimpin itu adalah tahta harta wanita, sedangkan idaman dan dambaan semua penguasa itu adalah ketiga-tiganya, bagaimana trik dan system yang ditetapkan sebagai keputusan yang diyakini untuk benar-benar akan memperoleh dan menguasai tahta harta wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span id="more-95"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span> Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, beliau adalah Pemimpin dan Teladan terbaik tiada duanya di alam semesta ini. Ketika ditawarkan kepadanya tahta harta dan wanita oleh penguasa Mekah dengan syarat menghentikan dakwah Islam, dijawabnya dengan iman penuh keyakinan dan satria bahwa seandainya mereka dapat mengambil matahari dan meletakkan di tangan kanan Nabi, serta mengambil bulan dan menaruh di tangan kiri Nabi, beliau tak akan pernah berhenti dakwah Islam sampai Allah menunjukkan kemenangan dakwah Islam atau bahkan sampai beliau mati berkalang tanah. Nabi berdakwah dan berjuang agar masyarakat beriman sehingga berakhlak mulia serta terwujud kehidupan dalam bermasyarakat madani dengan amat mengutamakan dan mementingkan ilmu, amal dan taqwa. Rasulullah selalu bersikap lemah lembut dan kasih sayang kepada semua lapisan kumunitas dalam mencapai tujuan dan cita-cita dakwah dengan didasari prilaku benar (<em>shiddiq</em>) jauh dari dusta (<em>kidzib</em>), jujur (<em>amanah</em>) jauh dari khianat, terbuka penuh tanggungjawab (<em>tabligh</em>) jauh dari tipudaya (<em>kitman</em>), dan bijaksana (<em>fathonah</em>) jauh dari sewenang-wenang tanpa dasar serta ngawur (<em>baladah</em>). <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Siapakah pemimpin bangsa di negeri kita pada hari ini? Mulai dari Ketua RT sampai Presiden boleh dikatakan identik dengan pejabat bahkan penguasa. Eksekutifnya, legislatifnya, yudikatifnya hanya berorientasi jabatan, kekuasaan, kekayaan, kesejahteraan, kemakmuran, kelestarian, keselamatan hidup yang ujung-ujungnya pasti bagi mereka sendiri. Mereka banyak berbicara dan menyebut rakyat, demi rakyat untuk rakyat masa depan rakyat dan seterusnya, sudah pasti rakyat yang dimaksud adalah dirinya sendiri. Buktinya yang amat sangat nyata dan transparan adalah pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009. KPU, seluruh staf dan jajarannya yang tidak komitmen dan bahkan menyalahkan komputer, sangat longgarnya pelanggaran yang dilakukan oleh caleg maupun panitia pemilu pada seluruh tingkatan, sehingga terwujudnya tindak prilaku dari berbagai pihak mencampakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kesewenang-wenangan tanpa dasar hukum yang semestinya harus ditegakkan, begitu saja berjalan lancar tiada pihak-pihak yang bersikap tegas untuk memberhentikan. Pendeknya, semua bebas berbuat semaunya tanpa mengindahkan aturan yang semestinya harus ditegakkan. Amburadul, dan yang penting pemilu legislative sudah selesai, ada pemenangnya dan sudah ada yang terkalahkan, habis perkara. Dan itulah yang disahkan dan diberlakukan penguasa, jangan banyak bacot. Jelasnya, sekarang kita beralih menuju pilpres dan cawapres 8 Juli 2009, urusan pileg sudah tuntas dan berbagai kegiatan instrupsi hanyalah kamuflase hampa belaka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Mulai pilkades, pilkada, pileg dan pilpres semuanya sama dan sebangun, jangan bertanya tentang pelaksanaan undang-undang dan peraturan serta penegakan hukum, semua itu nonsen sebab pasti bagai menegakkan benang basah. DPT yang sarat dengan berbagai kekeliruan dan penggelembungan suara se Indonesia sudah jadi konsep cemerlang dalam membawa kemenangan, untuk itu mesti wajib dilanjutkan. Apabila hal ini dirubah sehingga jadi benar sesuai dengan kenyataan yang mesti diwujudkan oleh prilaku yang jujur adalah merupakan tindak kebodohan bahkan pengkhianatan. Pada hakekatnya, mereka bicara lantang dalam hati dan pikiran bahwa mereka tetap harus menang dan menindak lanjutkan kekuasaan. Hutang Negara pada bangsa asing (IMF atau lainnya) semakin besar, itu adalah pilot projek untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, alias dirinya sendiri. Semakin mahir mereka mengegolkan pinjaman hutang luar negeri, maka semakin berhasil sukses mereka membangun negeri ini; sebab pembangunan bagi mereka adalah kebutuhan perut mereka sendiri. Oleh karena itu, perjuangan mereka dalam melaksanakan system demokrasi di negeri ini tidak lain adalah semata-mata sikap vested interest untuk mempertahankan kedurjanaan serta membodohkan rakyat. Dan Alhamdulillah, saat ini sebagian besar rakyat di negeri yang tercinta ini telah benar-benar bodoh dan nggak mau tahu lagi berbagai urusan negerinya. Para penguasa mau vested interest, egois, berebut kekuasaan, jual kecap nomor satu adalah urusan mereka; yang penting uang karena itu sebuah kenyataan dalam kebutuhan hidup rakyat yang telah cuek dan frustasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Adalah seorang yang menyebut dirinya calon presiden alternative, Rizal Ramli namanya. Ia bercerita di depan publik via televisi, tentang Indonesia dan para penguasa. Dengan tegas dan mantap dia katakan bahwa Indonesia tanpa hutang bisa jadi Negara yang berhasil dalam pembangunan bangsa baik fisik maupun mental dan bahkan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Dia tahu persis masalah kebobrokan mental para penguasa di negeri ini, mereka masih tetap ingin mempertahankan kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang lebih besar lagi, lepas dari berbagai malapetaka yang akan menimpa bangsa dan Negara ini di hari depan. Masih mungkinkan ada perubahan-perubahan menuju kebaikan di negeri ini? Tunggu musnahnya para penguasa yang vested interes dan egois. Insya Allah. (Ambigtar 15-5-09).</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=95</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPK VS KORUPTOR</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=94</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=94#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 05:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[KPK VS KORUPTOR
Koruptor adalah maling. Dia mencuri dan merugikan aset Negara. Pemilik Negara adalah rakyat. Koruptor yaitu siapapun yang mengambil apa saja untuk dimiliki dari segala milik rakyat atau aset-aset negara dengan tanpa hak.. Sekecil apapun nilainya dari hak atau milik rakyat yang diambil untuk dimilikinya tetap dinamakan tindak korupsi.

 Ada istilah lainnya penggelapan, yakni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">KPK VS KORUPTOR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Koruptor adalah maling. Dia mencuri dan merugikan aset Negara. Pemilik Negara adalah rakyat. Koruptor yaitu siapapun yang mengambil apa saja untuk dimiliki dari segala milik rakyat atau aset-aset negara dengan tanpa hak.. Sekecil apapun nilainya dari hak atau milik rakyat yang diambil untuk dimilikinya tetap dinamakan tindak korupsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span id="more-94"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"> Ada istilah lainnya penggelapan, yakni korupsi yang dilakukan dalam lembaga non pemerintah, sedangkan korupsi hanya istilah yang diberlakukan jika seseorang mencuri hak milik Negara dalam lembaga pemerintah. Namun hakekatnya korupsi dan penggelapan adalah setali tiga uang. Korupsi adalah perusakan Negara yang secara bertahap menuju kemelaratan kesengsaraan rakyat dan pada akhirnya kehancuran bangsa dan negara. Oleh karena itu, koruptor mesti wajib dimusnahkan seakar-akarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI – Komisi III) selaku wakil rakyat telah menetapkan wujud lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rakyat senang, acungkan jempol dengan hati lega, karena ada pula perasaan, pikiran dan hati dari wakil-wakilnya yang masih ingin menyelamatkan berbagai milik rakyat. Antasari Azhar selaku ketua KPK yang diamanati melaksanakan program tersebut. Alhamdulillah, dia dengan segala keberadaannya dapat sedikit memuaskan bangsa ini. Prestasinya baik, walau tidak sempurna. Tetapi dibandingkan dengan hasil-hasil pelaksanaan lembaga penegakan hukum lainnya, KPK tak tertandingi yakni jauh lebih baik. Yang jelas, Antasari Azhar dengan KPK yang dipimpinnya benar-benar membikin koruptor jadi ketakutan tiada tara. Lembaga ini sesuai dengan draft programnya membrantas korupsi di negeri tercinta ini memang amat cukup membanggakan dan melegakan hati rakyat. Namun aneh teramat aneh, karena banyak para wakil rakyat di DPR dan pemerintahan lainnya yang sangat benci dendam kusumat kepada Antasari dan lembaga yang dipimpinnya. Banyak komentar mereka bahwa KPK telah berbuat over dosis, KPK bertindak diluar batas hak dan kewajibannya. Para komentator ini lupa bahwa di depan hokum tidak ada yang kebal hokum di negeri tercinta ini. Hal itu muncul, tentunya disebabkan rasa takut mengancam dirinya dalam menunggu giliran diadili, atau karena hati nuraninya toleran dengan para koruptor yang dieksekusi, atau bahkan memang karena komentator itu tidak sependapat dengan adanya pemberantasan korupsi sebab dirinyapun termasuk koruptor. Pemerintah sebagai penguasa yang dipasrahi kekuasaan oleh rakyat, DPR selaku lembaga tertinggi yang mewakili rakyat, Peradilan sebagai lembaga penegak hokum dan keadilan demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, alias semuanya itu adalah pemerintah yang tentunya amat berbangga hati atas terlaksananya pemberantasan korupsi oleh KPK yang telah diberi tugas untuk melaksanakannya; eih kok malah mereka nggak suka bahkan memusuhi atas ketegasan dan komitmen KPK untuk menegakkan hokum dengan membrantas korupsi; sungguh teramat aneh dan ajaib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Entah, bagaimana asal muasalnya, tentunya ada proses tersendiri yang berjalan, namun selaku rakyat kecil memiliki perasaan bahwa dengan tiba-tiba Antasari Azhar ketua KPK tanggal 4 Mei 2009 diminta datang ke kepolisian sebagai saksi atas terbunuhnya Nasruddin Zulkarnaen direktur PT Rajawali Banjaran pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 jam 14.00 wib dua bulan lewat, benar-benar kecewa, kaget dan terbelalak mata, seperti halilintar di siang hari bolong tiada hujan. Apa lagi masalahnya terkait dugaan motif karena cinta segitiga, alangkah naifnya. Ketika panggilan pihak kepolisian itu telah ia datangi, dengan lebih dulu ia menonaktifkan diri selaku ketua KPK dengan sekaligus menyerahkan dan mempertanggungjawabkan segala persoalan KPK kepada pejabat-pejabat lainnya yang berwenang, dan juga setelah memberikan kejelasan masalahnya kepada pers dan masyarakat dengan ketegaran dan keberaniannya menegaskan di hadapan pers bahwa “Itu semuanya tidak benar”, maka di kepolisian pada hari itu juga, dalam proses pemeriksaannya ternyata Antasari telah berubah statusnya menjadi tersangka sebagai otak pembunuhan tersebut. Setelah tujuh hari ketua non aktif itu dalam tahanan, muncullah berbagai macam komentar dan pendapat yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Seorang anggota DPR RI dari komisi III yang telah memproduk lahirnya KPK berkomentar, dengan gaya berang dan berapi-api, bahwa KPK sungguh tidak punya peran lagi tanpa ketuanya dalam penegakan hukum. Mudahnya fungsi KPK dalam melaksanakan tugas membrantas korupsi tanpa ketuanya tidak memiliki kekuatan hukum sebagaimana semula. Kayaknya seorang wakil rakyat itu amat sangat menyesal sekali menelorkan keputusan keberadaan lembaga KPK, sebab ternyata banyak juga wakil rakyat yang diadili oleh lembaga ini, seolah senjata makan tuan. Pada hal, lembaga KPK tentunya tidak akan terpengaruh dalam menjalankan tugasnya sementara ini walau tanpa Antasari selaku ketua. Masalahnya cukup siapa pengganti Antasari selaku ketua KPK, jika memang benar-benar dia telah terbukti melakukan tindak pidana dan harus dipecat digantikan yang lain.<span> </span>Kini dia masih tersangka, belum ada bukti yang mengarah bahwa dia benar-benar sebagai otak tindak pembunuhan berencana terhadap Nasruddin Zulkarnaen selaku direktur PT Rajawali Banjaran. KPK sebagai lembaga penegak hukum tetap tidak berubah sebagaimana mestinya. KPK menurut rakyat kecil wajib ada dan eksis sebagai satu-satunya lembaga yang berani membrantas korupsi. Tetapi masalahnya, apa masih ada ditemukan ketua kayak Antasari selama ini sebelum terlibat kasus PT PRB. Semoga Tuhan menyayangi bangsa dan negeri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Tetapi, kalau ternyata kasus Antasari ini hanyalah rekayasa politik dari mereka yang ketakutan ditegakkannya hukum dengan benar dan adil, ditambah lagi ketua KPK yang telah menonaktifkan diri itu benar-benar tidak bersalah karena pihak berwajib tidak dapat menunjukkan bukti-bukti yang sah dan benar, maka masih adakah harapan bagi rakyat akan memiliki lembaga KPK seperti terdahulu? Penulis selaku rakyat kecil mempunyai kebimbangan dan kekhawatiran, jangan-jangan Antasari memang dijebak oleh para pengkhianat negeri ini dan selanjutnya akan diciptakan bukti dan saksi dusta yang direkayasa oleh mereka, seolah-olah Antasari memang benar-benar otak pembunuhan berencana atas Nasruddin Zulkarnaen direktur PT PRB yang semula dia telah banyak memberi laporan terjadinya korupsi di Rajawali Nusantara Indonesia (induk perusahaan PT PRB) kepada ketua KPK tersebut. Melihat Antasari yang tanpa tebang pilih dalam membrantas korupsi, tentunya ketakutan para koruptor semakin menjadi-jadi, dan pada akhirnya muncullah konspirasi politik untuk merekayasa dugaan dengan motif cinta segitiga antara Ketua KPK, direktur PT PRB, dan Rhani Yulianti untuk membuahkan pelaksanaan pembunuhan atas Nasruddin. Apabila prediksi-prediksi ini benar, betapa durjananya penguasa negeri ini. Selanjutnya akan adakah KPK dengan pejabatnya yang berani menegakkan kebenaran dan keadilan dalam perang melawan para koruptor dan para durjana pengkhianat bangsa dan Negara? What next? Na’udzu billah tsumma na’udzu billah min dzalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;MS Sans Serif&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Rasulullah SAW bersabda : “Haram masuk sorga, seorang pemimpin yang meninggal dunia dalam keadaan membohongi rakyatnya, walaupun satu dirham saja”. (HR. Muslim)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=94</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SANG PENGUASA</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=93</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=93#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 06:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[SANG PENGUASA
 Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekah, sang penguasa adalah kelompok kafir yang mementingkan kekuasaan diri dan kaumnya. Zaman itu dinamakan jahiliyyah, pada hal mereka tidak bodoh; mereka maju dalam ekonumi, budaya dan ilmu pengetahuan sesuai dengan zamannya.

 Tetapi prilaku mereka sewenang-wenang tanpa hukum, selalu bermusuhan dalam kehidupan, mo limo (1. Main : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">SANG PENGUASA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekah, sang penguasa adalah kelompok kafir yang mementingkan kekuasaan diri dan kaumnya. Zaman itu dinamakan jahiliyyah, pada hal mereka tidak bodoh; mereka maju dalam ekonumi, budaya dan ilmu pengetahuan sesuai dengan zamannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span id="more-93"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> Tetapi prilaku mereka sewenang-wenang tanpa hukum, selalu bermusuhan dalam kehidupan, mo limo (1. Main : yakni berjudi/bertaruh, 2. Madon : yakni berzina atau main perempuan, 3. Minum : yakni minum minumam keras bermabuk-mabukan, 4. Maling : yakni mencuri korupsi penggelapan perampokan penjambretan, 5. Madat : yakni kelompok ganja pil koplo narkoba) semarak sebagai hal yang biasa dan layak dalam masyarakat, teristimewa menyembah berhala alias musyrik menyekutukan Allah SWT yang mereka tegakkan dan pertahankan. Inilah sebabnya zaman mereka dinamakan jahiliyyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>1443 tahun kemudian, di negeri ini, negeri yang aku cintai, Indonesia tanah tumpah darahku, sang penguasa adalah kelompok sekuler liberal yang mementingkan kekuasaan sendiri dan kelompoknya. Saat ini bangsaku dapat disebut hidup dalam zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), namun semua itu tidak diimbangi dengan iman dan taqwa (imtaq). Umat Islam konon 87% dari seluruh bangsa ini, selainnya adalah Kristen, Hindu, Budha dll. Iman memangnya ada di hati mereka, tetapi tanpa taqwa (menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan laranganNya) maka iman itu telanjang adanya. Telanjang itu artinya tak tahu malu dalam berbuat durhaka, dan lebih lanjut telanjang di mana-mana artinya orang gila. Apabila seseorang mengaku beriman tetapi tidak bertaqwa maka hakikatnya ia adalah manusia durhaka dan boleh jadi gila. Orang demikian perbuatannya pasti merugikan diri sendiri dan pasti juga merugikan orang lain, atau bahkan banyak mengakibatkan timbulnya malapetaka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span><span> </span>Dengan tidak menafikan mereka orang-orang yang soleh, negeri ini sebagian besar dihuni penduduk yang banyak kufurnya daripada bersyukur, dan dipimpin oleh kuffar (orang yang amat durhaka), dzolim serta sombong dan pendendam. Sang penguasa bisa memiliki kekuasaan membenarkan yang salah, dan menyalahkan yang benar. Sang penguasa boleh saja menciptakan kebungkaman atau mewujudkan berbagai komentar yang tidak karuan. Demikianlah gambaran penguasa yang sewenang-wenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Ini sebuah sampling. Konon Antasari Azhar ketua KPK, yang jadi tersangka pembunuh Nasruddin Zulkarnain direktur PT Rajawali Banjaran sebagai tokoh intelektual pembunuhan berencana, sebab cinta segitiga terhadap seorang wanita, Rani Yuliani namanya. Pembunuhan Nasruddin telah terjadi sebagai sebuah kenyataan, tetapi siapakah perancang pembunuhan yang sebenarnya? Memang mungkin saja ketua KPK berbuat itu karena rasa malu jika ia benar berbuat cinta segitiga dan diungkap oleh Nasruddin, sehingga ia merencanakan pembunuhan kepadanya. Namun hal itu terasa naïf sekali, walaupun juga tidak mustahil. Kayaknya lebih maton dan masuk akal apabila perencana pembunuhan itu adalah orang lain yang amat ketakutan apabila belang korupsinya di PT Rajawali Banjaran benar-benar akan dibongkar KPK dengan saksi Nasruddin yang telah banyak menyerahkan bukti dan data tindak korupsi mereka kepada Antasari selaku ketua KPK. Pembunuhan itu memang ada skenario tertentu dengan tujuan mematikan Antasari selaku ketua KPK setelah Nasruddin dihabisi, dan selanjutnya Antasari ditangkap dan dituduh dengan bukti yang lengkap sebagai perencana pembunuhan sebab cinta segitiganya. Hal ini perlu ditegaskan, bahwa Antasari dan Nasruddin yang paling tahu tentang korupsi yang terjadi dalam PT Rajawali Banjaran. Bukankah mudah saja bagi sang penguasa menghitam putihkan segala sesuatu atas nama kesewenang-wenangan? Dengan demikian mereka selamat dari pengungkapan korupsi oleh KPK. Di manakah kebenaran, kejujuran, dan keadilan? Jika yang prediksi yang kedua ini benar, maka telah terjadi konspirasi politik, betapa jahiliyahnya negeri ini, sebab sementara ini KPK adalah satu-satunya musuh berbagai kedurjanaan di negeri ini. Na’udzubillah.</span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span>Nabi SAW bersabda : Akan datang suatu masa pada umatku pada lari meninggalkan ilmu ulama’, maka Allah SWT akan menimpakan kepada mereka tiga macam balak, yaitu :1. Mereka akan dikuasai dan dipimpin oleh penguasa yang dzolim; 2. Hasil pekerjaannya tidak membawa barokah/kebaikan; 3. Kematiannya dalam keadaan tidak beriman (al-Hadis). Untuk mewujudkan adil makmur dan sejahtera dalam kehidupan masyarakat, maka amar makruf nahi munkar harus ditegakkan dengan benar, inilah suara Tuhan dan bila tidak, maka itulah sebenarnya suara syetan.(Ambigtar).</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=93</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DEMOKRASI KITA</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=92</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=92#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 03:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[DEMOKRASI KITA
 Usai sudah pemilu legislatif 9 April 2009 dengan gaya dan lagunya sendiri. Gayanya amat banyak norak serta semaunya, lagunya fales lebih banyak membuat telinga risih, kedalam hati amat sedikit sekali berbangga namun banyak muak dan benci. Apalagi di Jawa Timur yang baru saja diselenggarakan pilgub, yang ternyata diwarnai penggelembungan suara dengan manipulasi system [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">DEMOKRASI KITA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: "><span> </span>Usai sudah pemilu legislatif 9 April 2009 dengan gaya dan lagunya sendiri. Gayanya amat banyak norak serta semaunya, lagunya fales lebih banyak membuat telinga risih, kedalam hati amat sedikit sekali berbangga namun banyak muak dan benci. Apalagi di Jawa Timur yang baru saja diselenggarakan pilgub, yang ternyata diwarnai penggelembungan suara dengan manipulasi system di samping jual beli suara yang amat kasad mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span id="more-92"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">Ternyata cara itu lebih banyak ditindak lanjuti dan dibakukan daripada direvisi dalam pelaksanaan pemilu legislatif, baik manipulasi system dan money politic. Budaya demikian memang sudah mengakar di negeri ini, nampak jelas setiap diselenggarakan pilkades. Kini, setelah diwujudkan pilkada pilbup pilgub pilpres, budaya suap dan jual beli suara bertambah marak dan tanpa malu-malu lagi, bahkan menjadi trend an kebanggaan pelakunya. Rakyat pemilih sebagian terbesar diwarnai pikiran praktis, apa keuntungan saya kalau tanpa uang dari calon? Tidak ada uang, saya gak bakalan datang memilih dan yang dipilih konon yang kasi uang; jika banyak calon yang memberi uang semuanya diterima, namun memilih tentunya itu hak asasi, bisa yang yang terbanyak pemberian uangnya, atau bahkan menjadi cuek tidak memilih karena hakekatnya sama saja. Pil-pilan yang kayak gitu kok diberi ketetapan hukum wajib memilih dan haram tidak memilih, mana ada pilihan? Semuanya amburadul tanpa hukum, demikian celoteh mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: "><span> </span>Dalam pemilu 2009 ini memang ada caleg yang dihukum karena money politic, mungkin karena merata semua melakukannya, maka akhirnya dibiarkan saja. Apalagi antara pemilih dan yang dipilih serta pengawasnya sama-sama enjoi dan acc. Kebanyakan konstituen berpikiran kapan lagi kita berpesta pora, wong namanya saja pesta demokrasi, jadi kita ini sedang pesta pora bergembira ria dalam hak-hak kita sendiri, di lain pihak juga menyalahgunakan kewenangan kekuasaan dengan tidak memberikan hak warganegara sebagai pemilih, atau tidak memberikan kesempatan memilih bagi yang terlambat datang ke TPS, juga terkadang panitia pemilihan di TPS memanipulasi cara aturan dan data-data karena adanya money politic yang telah masuk dalam system atau kebodohan mereka dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Carut-marut prilaku bangsa ini dalam pemilu 2009 benar-benar telah nampak nyata bahwa sebagian terbesar mereka tidak lagi cinta tanah air tetapi berpikiran apa yang dapat saya peroleh keuntungan dari penyelenggaraan pemilu kali ini. Dalam mencapai tujuan, boleh dikatakan 99% dari berbagai pihak telah berprilaku menghalalkan segala cara dan tidak memperdulikan peraturan perundang-undangan yang telah ada. Berbesar kepala mereka yang menang dan mengaku sok suci pada hal kasat mata mereka pendusta, yang kalah marah dan putus asa terkadang bunuh diri. Ada juga yang berserah dengan bersedih hati penuh dendam, tetapi ada pula yang bringas menarik kembali pemberian money politic yang ternyata jadi pelecehan. Kini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa hasil pemilu itu, tentunya mereka tidak jauh dari kualitas pemilu, what next? Putus harapan memang bukan milik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: "><span> </span>Pemilihan Umum adalah cara demokratis memilih pemimpin bangsa dan otomatis merupakan sendi yang paling mendasar dalam membangun bangsa dan Negara. Cinta tanah air sifat utama yang mesti dimiliki oleh setiap warganegara. Dengan modal mencintai tanah air akan dapat menyebabkan pikiran-pikiran positif bagi setiap individu komunitas bangsa dalam melaksanakan dan mengikuti penyelenggaraan pemilu. Sudah barang tentu, semua ini wajib didukung dengan wujud aparat dan system yang juga mendukung tercapainya pemilu yang LUBER (Langsung Umum BEbas Rahasia) serta jujur dan adil. Pemimpin yang adil dan bijaksana dambaan setiap warganegara. Kurang lebih dua bulan yang akan datang, negeri ini akan menyelenggarakan pilpres. Kebutuhan bangsa ini adalah kesejahteraan kehidupan dan kemakmuran masyarakat Indonesia yang berkeadilan. Hidup bahagia yang demikian hanyalah dapat dicapai dan diwujudkan, semata-mata dengan tegaknya amar makruf nahi munkar. Masing-masing pribadi sudah barang tentu adalah bermoral dan berakhlak mulia. Kepribadian yang demikian hanya dimiliki masyarakat yang beriman positif dan aktif. Inilah demokrasi kita, suara rakyat yang bisa jadi suara Tuhan namun besar kemungkinan suara syetan. (Ambigtar)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=92</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN NEGARA</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=91</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=91#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 00:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[MEMBANGUN NEGARA
 Membangun Negara wajib dilandasi dengan cinta tanah air. Cinta tanah air sebagian dari iman. Iman itu masih telanjang, dan bajunya adalah takwa. Bangsa ini semua cinta tanah airnya, tanpa kecuali. Tetapi cinta saja sungguh naïf, jika tidak berbaju takwa.

Takwa artinya disiplin, komit dan penuh tanggungjawab terhadap kewajiban berbangsa dan bernegara, juga senantiasa tunduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family: ">MEMBANGUN NEGARA</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Membangun Negara wajib dilandasi dengan cinta tanah air. Cinta tanah air sebagian dari iman. Iman itu masih telanjang, dan bajunya adalah takwa. Bangsa ini semua cinta tanah airnya, tanpa kecuali. Tetapi cinta saja sungguh naïf, jika tidak berbaju takwa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-91"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: ">Takwa artinya disiplin, komit dan penuh tanggungjawab terhadap kewajiban berbangsa dan bernegara, juga senantiasa tunduk patuh tidak berbuat pengkhianatan terhadap bangsa dan Negara, dan berprilaku sebagai abdi Negara yang amanah serta semata-mata berpola hidup dalam ridha Allah. Cinta tanah air adalah sebagian pekerti seorang yang beriman. Namun apabila beriman tidak berbaju takwa, maka jelas-jelas kedustaan besar saja adanya, bahkan bisa jadi malah menjadi pecundang serta penjual bangsa dan Negara demi memperoleh kesenangan diri sesaat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Abdi Negara harusnya berpenampilan &#8211; apa yang aku dapat berikan buat Negara, bukan apa yang aku peroleh dari Negara. Cinta tanah air tentunya berbuat – apa yang dapat aku korbankan demi Negara, bukan apa keuntunganku dari Negara. Negara telah memberi anugerah berlimpah kepada bangsa ini kekayaan alam yang tiada tara, baik darat maupun lautnya. Bukan jiwa bersyukur dan prilaku berterima kasih yang wujud dari kehidupan para pemimpin dan rakyat bangsa ini, tetapi malah sebaliknya, tamak, kufur dan durhaka yang muncul dalam pola kehidupan mereka. Negeri ini bukannya tidak banyak orang yang berilmu dan ahli dalam ilmunya,<span> </span>tetapi<span> </span>karena mereka tidak berbaju takwa maka para pemimpin bangsa ini tidak lagi memiliki rasa malu. Cara berpakaian bangsa ini dan para pemimpinnya masih mengumbar aurat, atau bahkan banyak juga yang tidak berbaju alias telanjang artinya tanpa malu-malu lagi mereka berbuat durjana. Dalam berbagai kegiatan pemilihan pemimpin mulai tingkat desa hingga presiden, senantiasa tidak terlepas dari politik dagang sapi alias jual beli suara bahkan dilakukan pula cara-cara yang tidak terpuji dalam sistem. Bila demikian keadaannya, bukanlah mencintai tanah air yang dilakukan bangsa ini, tetapi sebaliknya bisa jadi menghancur leburkan negeri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Mengapa semua ini bisa terjadi? Hal ini semata-mata disebabkan kesadaran umat Islam untuk melakukan perlawanan tidak cukup memadai. Bukan perlawanan kontraproduktif, tentu saja, yang pasti akan menimbulkan permasalahan baru bukan solusi yang baik. Akan tetapi yang diperlukan saat ini adalah perlawanan dengan melalui kesadaran atas politik keumatan. Benar sekali apa yang pernah dikatakan oleh K.H. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat dan Rais Mustasyar PKNU) di berbagai kesempatan tabligh beliau. Ulama dan umatnya selama ini dijauhkan dari politik oleh musuh-musuh Islam agar tidak bisa mempengaruhi kebijakan publik. Dijauhkan dari politik keumatan, agar mereka bisa mempengaruhi parlemen dan kekuasaan. Mereka juga sempat senantiasa mengisukan bahwa politik itu kotor, karena itu ulama dijauhkan dari ranah politik keumatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Lalu sebagian ulama kita percaya hal itu, menjauhi politik dan menyerahkan kepada mereka. Keterlibatan umat dalam politik tak lebih sebagai pendukung dan pemberi restu calon-calon penguasa atau ibarat pendorong mobil mogok, yang ketika mobilnya sudah berjalan, pendorong ditinggalkan dengan tujuan tak karuan. Maka ketika para penguasa yang tidak terikat “kontrak politik keumatan” itu berkiprah dan berkuasa, maka mereka berlaku semena-mena seenaknya saja. Kini tinggal para pendukungnya sibuk terkena getahnya. Dan tatkala politik benar-benar kotor, kaum politisi culas dan korup, dan umat dimarjinalkan, barulah timbul kesadaran, bahwa selama ini ulama dan umat kita ternyata telah dipecundangi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Jagat politik kita sudah rusak berat. Para pemimpin dan polotisi suka menghalalkan segala cara demi kekuasaan dan kekayaan. Babak belurnya ekonumi rakyat, dimanfaatkan untuk mengeruk dukungan demi kemenangan. Mereka hanya dibutuhkan saat coblosan, diiming-iming recehan, sesudah itu, selamat tinggal! Tidak ada tanggungjawab moral. Aspirasi rakyat berada di persimpangan jalan. Pemimpin dan wakil rakyat tidak lagi peduli terhadap nasib rakyatnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Nah, berangkat dari keadaan yang sangat memprihatinkan dalam dunia perpolitikan di negeri ini, kita semua tidak boleh berpangku tangan. Kita harus ikut serta bertanggungjawab untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di segala lini berbangsa dan bernegara. Membangun Negara dengan menegakkan pemimpin yang benar adalah suatu kewajiban. Nasbul Imamah Wajibun. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=91</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEKS PIDATO OBAMA</title>
		<link>http://yayasan-uswah.com/?p=90</link>
		<comments>http://yayasan-uswah.com/?p=90#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 04:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yayasan-uswah.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[January 23rd, 2009 


Berikut teks lengkap pidato pelantikan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, di Capitol Hill, Washington DC Amerika Serikat.

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air:
Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>January 23rd, 2009 <!-- by plasapol --></small></p>
<div class="entry">
<p><img class="alignnone" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:s8rRWEP4Hj4-VM:http://bp1.blogger.com/_6Je77YNXRRI/SEyeAF1f5GI/AAAAAAAAAAU/hfFOKMzDkYs/s320/Obama2.jpg" alt="" width="82" height="82" /></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: trebuchet ms,geneva;">Berikut teks lengkap pidato pelantikan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, di Capitol Hill, Washington DC Amerika Serikat.</span></p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p>Rekan-rekan sebangsa dan setanah air:</p>
<p>Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya pada masa transisi ini.<br />
Sudah 44 warga Amerika yang diambil sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan dimasa kemakmuran dan dimasa damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil di tengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk. Pada saat-saat demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena ketrampilan atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada dokumen-dokumen yang dirumuskan oleh para pendiri negara kita.</p>
<p>Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh generasi orang Amerika yang sekarang ini.</p>
<p>Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang jauh jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan mengancam planet kita.</p>
<p>Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika &#8211; kekhawatiran terus-menerus bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya harus mengurangi harapannya.</p>
<p>Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.</p>
<p>Pada hari ini, kita berkumpul karena kita lebih memilih harapan daripada ketakutan, kesatuan tujuan daripada konflik dan pertentangan.</p>
<p>Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh yang sudah terlalu lama mencekik politik kita.</p>
<p>Negara kita masih muda, dengan meminjam kata-kata dalam Kitab Suci, saatnya sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari generasi ke generasi: yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan sepenuhnya.</p>
<p>Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja-keras. Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan kita bukan bagi mereka yang tidak-tabah, bukan bagi mereka yang suka bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan menjadi terkenal. Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat barang-barang baru. Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.</p>
<p>Demi kita, mereka mengemas harta milik mereka yang tak seberapa dan menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.</p>
<p>Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah yang keras.</p>
<p>Demi kita, mereka bertempur dan mati, di tempat-tempat seperti Concord dan Gettysburg, Normandy dan Khe San.</p>
<p>Lelaki dan perempuan ini terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau kekayaan ataupun partai atau kelompok.</p>
<p>Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbaharui Amerika.</p>
<p>Karena kemana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan bertindak bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan, jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya, dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari, tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan. Dan semua ini akan kita lakukan.</p>
<p>Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita &#8211; dengan mengatakan sistem ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat mereka tidak cukup lama. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas, apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung dengan ketabahan.</p>
<p>Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu lama menyita waktu kita &#8211; tidak lagi berlaku. Pertanyaan yang kita ajukan sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi apakah pemerintah kita bisa berfungsi, apakah pemerintah bisa menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang layak, asuransi kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya &#8211; ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak, programnya akan dihentikan. Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan dimintai pertanggung-jawabannya &#8211; supaya mengeluarkan uang secara bijaksana, mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur &#8211; karena hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat dan pemerintah.</p>
<p>Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita. Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya. Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk Domestik Bruto, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu, pada kemampuan kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan karena belas kasihan karena itulah jalan yang paling pasti guna mencapai kemakmuran bersama.</p>
<p>Mengenai pertahanan kita bersama, kita menolak dan menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi mencapai penyelesaian yang cepat. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk memimpin lagi.</p>
<p>Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi yang kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta kesanggupan menahan diri.</p>
<p>Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih besar, bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan membantai orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.</p>
<p>Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah suatu kekuatan, dan bukannya sebuah kelemahan. Bangsa kita terdiri dari orang Kristen dan Islam, Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan, yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kita telah merasakan pahitnya perang saudara dan segregasi rasial, dan keluar dari masa kegelapan menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu, kita yakin bahwa pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya, dan Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.</p>
<p>Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.</p>
<p>Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran, kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah dan kita harus berubah dengannya.</p>
<p>Sambil kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani, yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada sesuatu yang hendak mereka katakan pada kita hari ini, seperti yang dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga kebebasan kita tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi &#8211; semangat inilah yang harus ada pada kita semua.</p>
<p>Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini. Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat seorang teman di-PHK, yang membuat kita keluar dari kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak, yang kelak akan menentukan nasib kita.</p>
<p>Tantangan kita mungkin baru. Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung &#8211; yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme &#8211; semua itu sudah lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era pertanggungjawaban yang baru &#8211; suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika, bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit.</p>
<p>Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.</p>
<p>Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita &#8211; pengetahuan bahwa Tuhan meminta kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.</p>
<p>Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita- mengapa laki-laki dan perempuan dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60 tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.</p>
<p>Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin, sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju, salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut dibacakan kepada semua rakyat Amerika:</p>
<p>“Beritahukanlah pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat apapun tiada kecuali harapan dan kebajikan &#8211; bahwa kota dan negara, waspada akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya.”</p>
<p>Amerika; Dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yayasan-uswah.com/?feed=rss2&amp;p=90</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
